Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2024

"Alasan untuk Tetap Hidup" Buku Matt Haig untuk Pembaca yang Ingin Mengetahui Depresi dan Gangguan Kecemasan

Gambar
Identitas Buku Judul : Alasan untuk Tetap Hidup Penulis : Matt Haig Editor : Miranda Malonka Penerjemah : Rosemary Kesauly Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2018     “ Dunia yang penuh dengan orang yang membenci diri sendiri bukanlah dunia yang bahagia. ” hlm.237 Semua orang mungkin pernah mengalami depresi, cemas yang berlebih, atau serangan panik yang tiba-tiba. Namun, sering kali tidak semua orang menyadari ia mengalami depresi, bahkan menyangkal gejala-gejalanya sebagai “sesuatu” yang tidak perlu dipermasalahkan. Salah satu orang yang pernah mengalami depresi ialah Matt Haig, penulis buku ini, ia pernah berpikir untuk bunuh diri saat berusia 24 tahun. Matt Haig merupakan seorang penulis dan jurnalis asal Inggris. Ia telah menulis banyak buku, baik bergenre fiksi maupun nonfiksi. Buku-buku yang beliau tulis pun beberapa telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Salah satu bukunya yang terkenal ialah The Midnight Library da...

Cinta dan Kasih Tidak Pernah Cacat, Meski Kami Seorang Tunadaksa

Gambar
Cinta dan Kasih Tidak Pernah Cacat, Meski Kami Seorang Tunadaksa Identitas Buku J udul buku : Biola Tak Berdawai Pen ulis : Seno Gumira Ajidarma (berdasarkan film karya Sekar Ayu Asmara) Penerbit : AKUR (PT. Andal Krida Nusantara) T ahun terbit : 2004 “ Keberadaan jiwa membuat kami hidup, tetapi adalah keberadaan hati membuat kami masih tetap manusia – dan karena adanya hati, kami mengenal cinta melampaui pancaindra.” (Biola Tak Berdawai) Roman   Biola Tak Berdawai merupakan sebuah alih wahana dari film   Biola Tak Berdawai karya Sekar Ayu Asmara. Proses alih wahana ini disebut novelisasi . M enurut sebuah literatur  novelisasi merupakan pemindahan, perubahan bentuk, atau proses adaptasi dari sebuah film ke dalam novel. Roman atau novel Biola Tak Berdawai ditulis oleh Seno Gumira Ajidarma berdasarkan skenario dan film tersebut. Biola Tak berdawai ditulis menggunakan sudut pandang Dewa, seorang anak tunadaksa. Sudut pandang yang menarik karena di dalam cerita, De...

Mengenal Childfree dan Hal-Hal yang Harus Kamu Ketahui tentang Hidup Bebas Anak dari buku “Childfree & Happy Keputusan Sadar Hidup Bebas Anak” karya Victoria Tunggono

Gambar
Beberapa tahun terakhir ini childfree  menjadi topik yang ramai dibicarakan masyarakat Indonesia. Istilah ini populer setelah seorang influencer  Indonesia dan suaminya mengungkapkan bahwa mereka memilih untuk childfree . Sejak itu, istilah ini sering menjadi bahan diskusi. Pengertian Childfree Tahu filosofi “ banyak anak, banyak rezeki” ? Filosofi ini terkenal di masyarakat  Indonesia , bahkan sampai saat sekarang masih ada keluarga yang memegang prinsip ini. Mereka percaya banyak anak berarti banyak rezeki atau keberuntungan. Hal ini pun tak lepas dari peran keyakinan yang dianut bahwa setiap anak atau setiap orang membawa rezekinya masing-masing. Padahal filosofi yang muncul sejak era kolonial Belanda di Indonesia ini merupakan slogan yang dipakai pihak Belanda sebagai propaganda untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja secara gratis pada masa Cultuurstelsel. Istilah childfree  justru bertentangan dengan filosofi tersebut. Saat menerjemahkan childfree   ke dalam...