KUTIKULA UTI
......
Remah-remah ingatan masa lalu
saya berlalu-lalang yang terkadang membuat saya tersenyum, kadang pula membuat
saya murung. Sayap di punggung saya bergoyang-goyang ditiup angin. Pertanda ia
sudah siap terbang. Saya pun berdiri dan bergeser semakin ke pinggir, bersiap
untuk terbang. Saya mengadah ke langit biru tanpa awan, burung-burung terbang
bebas di sana. Saya akan menyusul kalian.
“Ayah, emak. Maafkan saya tidak bisa menjadi pelindung yang kalian harapkan. Saya tidak bisa menjadi Kutikula itu, yang melindungi apa yang seharusnya ia lindungi, dirinya sendiri. Saya sudah tidak tahan lagi. Sudah cukup saya bertahan tanpa suara. Saya ingin kalian memeluk saya kembali.”
Angin membantu sayap saya mengepak dan menerbangkan saya. Hantu mata merah berada di samping saya, ikut terbang bersama saya dan burung-burung. Saya sudah tidak takut lagi dengannya. Kami berpegangan tangan dan terbang bersama.
Di Bumi Tahun 2025 (Penggalan Cerpen Kutikula Uti)
Komentar
Posting Komentar